Blokagung – Program Studi Tadris Matematika, Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan, Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung
Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan keilmuan
matematika dengan nilai-nilai keislaman melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu
(Guest Lecturer) bertajuk "Antara Angka dan Amanah: Menyingkap
Keadilan dalam Ilmu Faroid" pada Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiatan yang
dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini berlangsung mulai pukul
09.00 hingga 11.07 WIB dan diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta peserta umum
dari berbagai daerah.
Kuliah tamu ini menghadirkan Agus Nurul Ilmi Badrud Dhujjah, S.Pd.,
S.H., G.R., mahasiswa Magister Pendidikan Matematika Universitas Negeri
Malang sekaligus Khodimul Ma'had PP. SMP–SMA Sabilurrosyad Malang, sebagai narasumber
utama. Acara dipandu oleh Muhammad Hasan Asnawi, M.Pd., dosen pengampu
mata kuliah Matematika Faroid di Prodi Tadris Matematika UIMSYA, dan dibuka
secara terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat umum yang memiliki ketertarikan
terhadap integrasi matematika dan ilmu waris Islam.
Mengusung tema "Antara Angka dan Amanah: Menyingkap Keadilan dalam
Ilmu Faroid", kegiatan ini mengajak peserta memahami bahwa ilmu faroid
bukan sekadar teknik pembagian harta warisan melalui operasi hitung matematis,
tetapi juga merupakan amanah syariat yang mengandung nilai keadilan, tanggung
jawab, dan ketelitian. Tema tersebut menjadi representasi bahwa ketepatan angka
dalam faroid tidak dapat dipisahkan dari nilai amanah sebagai landasan utama
dalam mewujudkan keadilan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam syariat
Islam.
Dalam pemaparannya, narasumber mengulas ilmu faroid dari tiga perspektif
sekaligus, yaitu fikih, matematika, dan pedagogi. Materi diawali dengan
penjelasan mengenai kedudukan ilmu faroid sebagai nishfu al-'ilmi
(separuh ilmu), dilanjutkan dengan pembahasan dasar hukum, kategori ahli waris,
enam pecahan baku (furudh muqaddarah), serta logika matematis melalui
konsep asal masalah, 'aul, dan radd. Peserta juga diajak
menelusuri sejarah lahirnya ilmu aljabar melalui kontribusi Muhammad ibn Musa
Al-Khawarizmi yang mengembangkan metode matematis untuk menyelesaikan persoalan
waris. Pada bagian akhir, narasumber mengangkat berbagai isu kontemporer,
seperti waris aset digital, harta bersama, hingga pemanfaatan teknologi dalam
pembelajaran dan perhitungan faroid. Keseluruhan materi bermuara pada satu
gagasan utama bahwa angka tanpa amanah hanya menjadi alat manipulasi, amanah
tanpa angka hanya menjadi niat tanpa ukuran, sedangkan perpaduan keduanya
melahirkan keadilan.
Suasana diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Berbagai
pertanyaan diajukan peserta terkait implementasi ilmu faroid dalam kehidupan
masyarakat, termasuk berbagai persoalan pembagian warisan yang kerap memicu
konflik keluarga. Salah satu pertanyaan menarik disampaikan oleh Sofi Al Hakim,
mahasiswa Tadris Matematika semester VI, yang menanyakan status hukum waris
atas aset digital berupa akun konten kreator yang telah menghasilkan pendapatan
secara berkelanjutan. Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa
aset digital yang memiliki nilai ekonomi pada prinsipnya dapat menjadi bagian
dari harta warisan (tirkah), namun mekanisme pembagiannya memerlukan
kajian fikih yang cermat, terutama berkaitan dengan kepemilikan, akses akun,
dan hak ekonomi yang masih melekat. Pada kesempatan yang sama, Ketua Program
Studi Tadris Matematika UIMSYA, Moh. Abdul Qohar, M.Pd., turut
memperkaya diskusi dengan mengangkat studi kasus pembagian warisan yang sering
dijumpai di masyarakat serta implementasi ilmu faroid dalam konteks kehidupan
kontemporer. Seluruh pertanyaan dijawab narasumber secara komprehensif melalui
perpaduan pendekatan matematis, fikih, dan realitas sosial sehingga memberikan
wawasan yang lebih utuh kepada seluruh peserta.
Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Program Studi, dosen pengampu, narasumber, serta seluruh mahasiswa Tadris Matematika semester VI. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara secara tertib hingga berakhirnya kegiatan, menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan keilmuan yang mengintegrasikan matematika dengan studi keislaman.
Melalui penyelenggaraan kuliah tamu ini, Program Studi Tadris Matematika UIMSYA kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus berlandaskan nilai-nilai Islam. Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi visi program studi dalam membangun lulusan yang unggul dalam bidang pendidikan matematika, memiliki wawasan keislaman yang kuat, serta mampu memandang matematika tidak hanya sebagai ilmu eksak, tetapi juga sebagai instrumen untuk menegakkan keadilan, amanah, dan kemaslahatan dalam kehidupan bermasyarakat.




0 Komentar