Sempro Perdana Angkatan Kedua Tadris Matematika UIMSYA, Dorong Mahasiswa Menyelesaikan Tugas Akhir Lebih Awal

 


Blokagung, 22 Agustus 2026 — Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung mencatat momentum penting dalam perjalanan akademiknya. Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, mahasiswa angkatan 2023, yang merupakan angkatan kedua Program Studi Tadris Matematika FTK UIMSYA, melaksanakan Seminar Proposal (Sempro) untuk pertama kalinya.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 Kampus 1 tersebut menjadi bagian penting dari upaya program studi dalam membangun pola penyelesaian tugas akhir yang lebih terencana dan dimulai sejak semester awal menuju tahap akhir studi.

Sebanyak lima mahasiswa mengikuti Sempro perdana tersebut, yaitu Nur Azizah, Rismatus Sholekah, Faiz Fauziyah, Nabilatun Nazihah, dan Istiqomah. Pelaksanaan seminar berlangsung mulai pukul 08.00 hingga selesai dengan melibatkan sejumlah dosen sebagai penguji.




Tugas Akhir Dipersiapkan Sejak Semester 6

Ketua Program Studi Tadris Matematika FTK UIMSYA, Moh. Abdul Qohar, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan Sempro bagi angkatan 2023 merupakan bagian dari transformasi pengelolaan penyelesaian tugas akhir di Program Studi Tadris Matematika.

Mahasiswa tidak menunggu hingga semester akhir untuk mulai memikirkan tugas akhir. Sejak semester 6, mahasiswa telah diberikan pembimbing dan diarahkan untuk melakukan pembimbingan dan mempersiapkan penelitian. Pada tahap tersebut, mahasiswa juga menempuh mata kuliah Metodologi Penelitian (Metpen) 2, sehingga proses pembelajaran di kelas dapat berjalan beriringan dengan persiapan proposal dan tugas akhir.

“Ini merupakan sebuah transformasi dalam penyelesaian tugas akhir. Kita mulai pembimbingan sejak semester 6 agar mahasiswa mempunyai kelonggaran waktu untuk mengambil data dan menyelesaikan tugas akhirnya,” jelas Moh. Abdul Qohar, M.Pd.

Menurutnya, strategi tersebut memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi mahasiswa. Dengan memulai proses lebih awal, mahasiswa tidak harus memusatkan seluruh beban penyelesaian tugas akhir pada semester-semester akhir.

Kelonggaran waktu tersebut menjadi semakin penting karena mahasiswa Tadris Matematika UIMSYA juga memiliki aktivitas pendidikan di pesantren. Dengan demikian, mahasiswa perlu membagi waktu secara proporsional antara penyelesaian tugas akhir, kegiatan akademik di kampus, dan kegiatan kepesantrenan.

“Mahasiswa kita selain menyelesaikan tugas akhir juga memiliki kegiatan pesantren. Karena itu, ketika prosesnya dimulai lebih awal, mereka mempunyai waktu yang lebih longgar untuk mengatur ritme antara penelitian dan aktivitas kepesantrenan,” tambahnya.




Metpen 2 Menjadi Penguat Proses Penelitian

Proses penyusunan proposal juga tidak berdiri sendiri. Mahasiswa mendapatkan penguatan melalui mata kuliah Metodologi Penelitian 2, yang menjadi bagian dari proses akademik dalam mempersiapkan mahasiswa melakukan penelitian.

Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa diarahkan untuk memahami dan menerapkan tahapan penelitian secara lebih sistematis. Proposal yang disusun kemudian mendapatkan penguatan melalui proses pembimbingan dan diuji dalam Seminar Proposal.

Dengan pola tersebut, pembelajaran di kelas, pembimbingan, dan Seminar Proposal menjadi satu rangkaian yang saling terintegrasi. Mahasiswa tidak hanya memahami metodologi penelitian secara teoritis, tetapi juga mulai menerapkannya pada penelitian tugas akhir masing-masing.

Banyak Revisi, Tetap Semangat

Dalam pelaksanaan Sempro, mahasiswa mendapatkan berbagai masukan dari para penguji. Beberapa bagian proposal masih membutuhkan penyempurnaan, mulai dari latar belakang, kajian teori, rumusan masalah, hingga aspek metodologi penelitian.

Salah satu mahasiswa peserta Sempro mengakui bahwa revisi yang diberikan cukup banyak. Namun, masukan tersebut justru menjadi bekal penting untuk memperbaiki kualitas proposal sebelum memasuki tahap penelitian.

“Revisinya memang cukup banyak, tetapi dari masukan para penguji kami menjadi lebih tahu apa saja yang perlu diperbaiki. Setelah ini harus tetap semangat merevisi, karena revisi adalah bagian dari proses untuk menghasilkan penelitian yang lebih baik,” ungkap mahasiswa peserta Sempro.

Bagi mahasiswa, Sempro bukanlah akhir dari proses, melainkan awal perjalanan penelitian yang sesungguhnya. Setelah proposal diperbaiki dan disetujui, mahasiswa dapat melanjutkan ke tahap pengambilan data, analisis, penyusunan laporan, hingga penyelesaian tugas akhir.

Langkah Awal Membangun Budaya Akademik

Sebagai angkatan kedua Tadris Matematika FTK UIMSYA, pelaksanaan Sempro perdana angkatan 2023 menjadi catatan penting dalam perkembangan program studi. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen program studi untuk membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa menyelesaikan tugas akhir secara bertahap, terencana, dan tidak terburu-buru pada semester akhir.

Melalui pembimbingan sejak semester 6 yang diperkuat dengan mata kuliah Metodologi Penelitian 2, mahasiswa diharapkan memiliki waktu yang cukup untuk mematangkan penelitian, mengambil data, melakukan revisi, serta menyelesaikan tugas akhir tanpa mengabaikan kewajiban akademik dan kegiatan pesantren.

Sempro perdana angkatan 2023 menjadi langkah kecil yang memiliki makna besar: memulai lebih awal, bekerja lebih terencana, dan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir dengan lebih tenang dan berkualitas.







0 Komentar